Langsung ke konten utama

Perbedaan Keseruan Ramadhan Dulu dan Sekarang

Bulan Ramadhan


Marhaban ya Ramadhan. Halo sobat pembaca setia, enggak terasa ya sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan, bulan yang selalu dinantikan. Beragam persiapan tentunya sudah disiapkan jauh-jauh hari, entah membeli bahan sembako ataupun pakaian baru, hayo ngaku siapa yang begitu?? Itu sih Saya 😂. Apalagi membeli pakaian baru, biasa Saya lakukan sebelum bulan Ramadhan sih, soalnya harga pakaian bisa selangit, berbeda jika dibeli jauh-jauh hari, harganya masih nyaman di kantong.


Nah, ngomongin soal Ramadhan, menurut kalian mana lebih seru Ramadhan dulu-dulu dengan yang sekarang? Kalau sekarang pastinya akan berbeda dari Ramadhan sebelumnya ya, kalau dulu bisa rame-rame, kalau sekarang (di masa pandemi) tentunya jumlah jamaah dibatasi dan diberi jarak. Dan jangan lupa tetap jalankan protokol kesehatan.


Flashback Ramadhan di Masa Kecil

Jadi ingat sewaktu masih duduk di kelas 3 sekolah dasar. Saat itu adalah kali pertamaku merasakan Ramadhan di rumah yang belum lama kami tempati, lokasi perumahan masih cukup sepi dan yang menempati pun masih berjarak. Bahkan, masjid saja belum ada.


Ada pun lokasi masjid cukup jauh dari perumahan yang kami tempati, kira-kira 10 menit perjalanan jika menggunakan kendaraan bermotor, namun saat itu Saya, adik, bapak, ibu dan beberapa warga lainnya menempuh dengan berjalan kaki. Padahal, jalanan masih sangat sepi dan gelap, sehingga kami pun membawa lampu penerangan. Ada yang bawa lampu petromak, obor, bahkan membuat lampu dari wadah bekas cat kaleng yang satu sisi dibuka kemudian di dalamnya dinyalakan lilin.


Tahu nggak, masa-masa itu menjadi masa yang menyenangkan bagi Saya. Berjalan beriringan sambil bercengkrama bareng teman-teman sembari membawa mukenah dan sajadah. Namun, lambat laun semua mulai berubah. Dimana masjid mulai dibangun di perumahan yang kami tempati. Senang, karena masjid lebih dekat, tapi ada masanya kangen dengan momen yang pernah dialami dulu.


Selain itu, setelah imsak dan mengerjakan sholat Subuh, Saya dan teman-teman sepermainan sepakat untuk kompak berjalan bersama menuju pelabuhan Pulau Baai (Lokasi saya di Bengkulu). Sepulangnya dari sana, kami bermain kasti bersama di lapangan yang tak jauh dari rumah. Menyenangkan.


Kegiatan Selama Ramadhan

Setiap menyambut bulan Ramadhan, tentunya ada beragam kegiatan yang bisa kita lakukan, diantaranya:

  • Berburu Takjil. 

Tiap kali Ramadhan pastinya banyak penjaja beraneka ragam takjil di pasar, bahkan pernah suatu ketika Saya menemukan di sepanjang sisi jalan yang biasanya hanya digunakan untuk pejalan kaki mendadak ramai oleh penjual takjil dadakan, yang membuat jalanan raya jadi macet. Beraneka makanan dan minuman akan ditemukan, kita tinggal memilih mana yang disuka. 


Berburu takjil


  • Tarawih dan Witir. 

Usai berbuka puasa tentunya kita akan melaksanakan sholat Tarawih dan Witir, setelahnya akan dilanjutkan dengan tadarusan. 


  • Kuliah Subuh

Nah, ini juga menjadi kegiatan rutin usai melaksanakan sholat Subuh di masjid. Dan setelahnya, biasanya Saya dan teman-teman akan janjian untuk joging rame-rame hingga menempuh perjalanan kurang lebih 1 kilo meter. 


  • Kegiatan Perlombaan.

Ini juga nggak kalah serunya, di pertengahan bulan Ramadhan berlangsung sebuah perlombaan, diantaranya lomba mengaji Iqro' untuk anak-anak, lomba tilawah untuk dewasa, lomba kaligrafi untuk anak-anak dan berbagai perlombaan lainnya. Kegiatan positif seperti ini biasa dilakukan karena saat bulan Ramadhan sekolah diliburkan. Tentunya kegiatan tersebut menjadi hal yang menyenangkan.


Tilawah quran di bulan ramadhan


  • Berbagi Takjil ke Masjid. 

Ini biasa dilakukan di perumahan tempat tinggal Saya, dimana setiap rumah masing-masing mendapat jadwal untuk mengantarkan takjil ke masjid. Berbeda sih dengan tempat tinggal Saya sekarang, siapa saja boleh memberikan takjil ke masjid tanpa adanya jadwal yang ditentukan. 


Ramadhan Tahun Ini di Masa Pandemi

Itulah segelintir kenangan Saya sewaktu kecil dulu. Namun, Ramadhan tahun ini, di masa pandemi, tentunya akan jauh berbeda dengan yang akan terjadi pada anak-anak, dimana sebagian orangtua merasa was-was jika anaknya berlarian kesana kemari ataupun ketika anaknya berkumpul rame-rame, meskipun menggunakan masker. Karena takut terkena virus corona. Sehingga, tidak sedikit orangtua yang melarang anaknya ke luar rumah.


Akan tetapi, ada juga para orangtua yang menghadapi wabah ini biasa-biasa saja dengan santainya. Bahkan, ada yang tidak menggunakan masker dan tetap berkumpul bersama tetangga. Duduk saling berdekatan, sembari kumpul-kumpul entah apa yang diobrolkan. Saran Saya, meskipun berangsur-angsur penyebaran virus corona sudah mulai berkurang, tetaplah menjalankan protokol kesehatan. Sebab, virus ini tidak tampak dan kita tidak tahu kapan benar-benar akan berakhir. Tapi yang pastinya kita semua tentu berharap semoga segera tuntas dan bisa kembali seperti dulu, bisa kumpul bareng, traveling bareng tanpa harus diribetkan dengan tes ini dan itu. 


Nah, itulah cerita Saya mengenai keseruan di bulan Ramadhan. Buat kalian yang suka ngincar promo-promo selama Ramadhan, bisa baget ke ulasannya mbak Maria, ulasan menarik tentang serba-serbi promo Ramadhan tahun 2021 Serba-serbi Promo Ramadhan Tahun 2021 yang pastinya sayang jika terlewat. Mana tahu beruntung, kan, bisa mendapatkan promo produk-produk yang diimpikan. Selamat menyambut bulan Ramadhan, semoga tahun pandemi segera berlalu, dan kita bisa berkumpul seperti dulu.

Komentar

  1. Bener mbak sekarang udah beda ya keseruan menjalankan puasa Ramadan dibandingkan dulu..Namun apapun itu menurut sy hikmah puasanya tetap dapat kok sepanjang niat berpuasanya lipahi taala semoga ibadah puasa kita dilancarkan ya mbak Amin YRA

    BalasHapus
  2. Berburu takjil itu kegemaranku juga kak, suka banget deh apalagi penjualnya pas di tempat parkir plaza Bunsay, tinggal turun aja.
    .
    Biasa lengkap banget dari takjil sampai lauk Dan sayur ya kak seneng banget deh

    BalasHapus
  3. Iya aku kangen banget, keliling mesjid untuk mengikuti tarawih, semoga sekarang bisa ya, masa sama juga dengan tahun kemarin, ya Allah sedih banget .

    BalasHapus
  4. Ramadan tahun ini benar-benar butuh persiapan juga ya kak. Baik persiapan secara penyediaan penyelenggaraan ibadah yang sesuai prokes. Sampai persiapan berupa tubuh yang fit. Semoga aja Ramadan tahun ini lancar dan kita diberi kemudahan menjalankannya ya.

    BalasHapus
  5. Wah benar juga ya dan nggak kepikiran kalau ramadhan kali ini bakalan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya

    BalasHapus
  6. Hak yang paling aku kangenin saat Ramadhan biasanya tilawah bareng sama ibu-ibu komplek kak. Sekarang ini udah gak bisa. Lebih sering berbagi daftar tilawah aja. Tilawah masing2 di rumah. Tapi apapun itu wajib disyukuri. Semoga tahun depan sudah bisa lebih baik lagi kak.

    BalasHapus
  7. Sedihnya ya mbak dua tahun Ramadan beda suasana. Skrng tidak bisa seramai dulu lagi , dan harus menjaga protokol kesehatan. Semoga keadaan membaik seperti semula

    BalasHapus
  8. Kalua berbicara tentang ramadhan hati suka nyeri. Karena banyak banget kenangan selama ramadhan dari jaman kecil hingga besar. Kangen rasanya ingin kembali ke ramadhan jaman dlu. Bisa kumpul2. Sedih, sekarang semua serba terbatas. Semoga corona segera berlalu.

    BalasHapus
  9. Ramadhan selalu keasannya beda ya Kak. Dari kecil merasakan keistimewaannya. Tarawih, sahur, berbuka, adalah momen yang tak biasa, jadi bikin suasana dan kebiasaan baru. Kalo aku, sampe sekarang sih masih suka berburu kuliner.

    BalasHapus
  10. Masa ramadhan di waktu kecil itu memang indah banget. Seru pas berburu takjil dan juga saat kuliah shubuh atau pas taraweh, mencatat ceramah dan mengantri minta tanda tangan Ustadnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Maaf jika tidak saya publish komentar yang menyertakan link.

Postingan populer dari blog ini

Insto Dry Eyes, Solusinya Mata Kering

Kemana-mana mesti bawa Insto Dry Eyes . Obat tetes mata yang biasa Saya gunakan untuk atasi mata kering akibat terlalu lama terpapar layar smartphone . Sejak memutuskan mencari penghasilan lain selain menulis di beberapa platform, yakni menjadi admin sebuah management , tentu saja saya semakin lama bersentuhan dengan smartphone, bisa dibilang selama 24 jam hanya 9 jam mata beristirahat. Apalagi ada job dadakan, sayang donk dilepas begitu saja, kan lumayan duitnya buat jajan anak dan menambah kebutuhan dapur. Tapi ya itu resikonya, mata jadi makin lama menatap layar karena mesti cek spreadsheet hasil kerjaan satu per satu, belum lagi ada deadline tulisan yang sudah mepet harus disetor, ditambah terpapar kipas angin saat proses pengerjaan deadline dan pengecekan karena akhir-akhir ini cuaca begitu panas, alhasil membuat mata makin perih bahkan pegel. Mata juga jadi mengalami sepet luar biasa akibat kurang tidur. Andai mata bisa berteriak, pastilah dia minta tolong. Tapi ya, mau gimana

Review Salah Satu Karya Cerpen dari Kumpulan Cerpen Garwa: Sigaraning Nyawa

Halo sobatq, siapa diantara kalian yang suka membaca cerpen, novel dan buku lainnya? Kalau Saya suka banget, dan alhamdulillah sudah beberapa buku antologi cerpen dan puisi yang salah satunya terdapat karya Saya. Seperti baru-baru ini, Saya bersama teman-teman penulis dari berbagai latar, hingga berbagai daerah telah berhasil membukukan karya setelah mengikuti kelas KMO Batch 26 kelompok 11 beberapa waktu lalu. Kumpulan cerpen tersebut kami beri judul Garwa: Sigaraning Nyawa. Jadi, Garwa ini sering dipahami dengan “Sigaraning Nyawa” yang artinya belahan nyawa atau belahan jiwa. Yang tentunya memiliki makna jika istri adalah belahan jiwa bagi suaminya. Oiya, hampir terlupa. KMO atau Komunitas Menulis Online ini kerap mengadakan kelas belajar secara online loh. Dan, ketika nama kita terdaftar, kita akan di add di whatsapp grup dan grup khusus telegram. Tapi, ada tantangannya setelah kelas berjalan, dan tugas harus dikerjakan sesuai deadline yang diberikan. Jika sebanyak 3 kali kita tidak

Menata Hati Dalam Meraih Mimpi Setelah Tertipu Modus Endorse Bersama ASUS OLED

Kronologi Kejadian Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. "Ayuk, ada job posting di Instagram, minfoll, fee + reimburse. Mau gak?" "Iya, mau." "Ini link WAG-nya, gabunglah!" "Ok!" Seperti biasa, jika ada informasi job adikku akan share via japri di WhatsApp , begitu pula sebaliknya jika ada info job yang Saya dapatkan maka akan Saya share juga ke dia. Setelah akhirnya berhasil masuk grup, Saya pun tidak langsung mendaftarkan diri namun masih melihat situasi, "Apakah benar akan di reimburse ?"  Beberapa menit kemudian grup sudah dipenuhi dengan chat - teman termasuk adikku - yang sudah mulai melakukan pemesanan, mulai dari jenis pesanan (scarf/pasmina, tunik, gamis, Koko + sarung, sarimbit couple hingga sarimbit keluarga), ukuran yang dipesan, hingga segala macam prosedur yang meyakinkan jika campaign ini memang benar adanya, bukan tipu-tipu. Terlebih yang menjadi penanggung jawab di grup juga seorang teman satu profesi (di g