Langsung ke konten utama

Persiapan Yang Diperlukan Jika Naik Pesawat Saat Hamil di Masa Pandemi

Syarat naik pesawat


Menggunakan transportasi udara untuk mudik di masa pandemi tentunya bikin hati deg-degan, dan perlu persiapan yang matang, apalagi ketika sedang hamil. Sebagaimana yang Saya alami baru-baru ini.


Ada beragam berkas dan hal lainnya yang mesti benar-benar dipastikan dibawa dan tidak tertinggal, karena kalau tertinggal bisa-bisa akan sulit untuk bisa berangkat hari itu, seperti yang baru-baru ini Saya alami, dimana surat keterangan hamil yang sudah Saya persiapkan justru tak tahu dimana rimbanya, padahal jelas-jelas sudah Saya satukan dengan buku pink dari puskesmas. Syukurnya dapat solusi dari petugasnya. Setelah sampai di tujuan dan iseng cek lagi, eh ternyata ada nyelip di buku pink 🥴.


Persiapan Penting yang Diperlukan

Selain membuat ceklist semua barang-barang yang akan dibawa, berkas-berkas pun juga mesti diceklist supaya tidak ada yang tertinggal, diantaranya:

  • Surat Keterangan Hamil

Surat keterangan hamil syarat naik pesawat


Sebelum merencanakan kepergian, ada baiknya pastikan terlebih dulu keadaan ke dokter, apakah ibu hamil (bumil) tersebut aman untuk melakukan perjalanan dengan pesawat atau sebaliknya. Jika ternyata kondisi aman, maka mintalah surat keterangan hamil sehari sebelum keberangkatan, karena surat tersebut hanya berlalu ± 3 hari saja. Sebagaimana yang Saya alami baru-baru ini, dimana terlalu cepat meminta surat keterangan hamil, alhasil surat tersebut tidak berlaku lagi ketika tiba check-in di bandara, syukurnya petugas kasih solusi yakni membawa Saya ke petugas medis yang bertugas di dalam bandara untuk di cek dan dimintai surt keterangan hamil tersebut.


  • Surat Hasil Tes Antigen

Tes Antigen syarat naik pesawat


Surat ini juga sangat perlu dibawa agar bisa berangkat. Nah, kalau Saya melakukan tes Antigen di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob di Kelapa Dua Depok. Untuk melakukan tes ini ada baiknya setidaknya sehari sebelum pemberangkatan, namun sebenarnya surat keterangan hasil tes berlaku 2x24 jam. Jika lewat dari itu, maka tidak berlaku dan harus melakukan tes ulang. 


Untuk melakukan tes ini, Saya hanya dikenakan biaya Rp. 140.000 dan hasilnya bisa ditunggu dan kalau mau dikirim via WhatsApp juga bisa, tinggal kita yang memilih.


  • Tiket Pesawat

Nah, ini nggak boleh banget ketinggalan, bisa-bisa nggak berangkat, kecuali kalian membeli tiket via online tentunya bukti pembelian tiket bisa kalian tunjukkan pada handphone yang menyimpan bukti pembelian tiket tersebut.


Selain tiga poin di atas, saat memutuskan untuk menggunakan transportasi udara, kita juga perlu mempersiapkan barang lainnya, diantaranya:

  • Masker

Masker sangat perlu digunakan selama bepergian, terlebih ketika melakukan perjalanan. Ada baiknya tidak hanya mengandalkan masker yang dipakai saat itu saja, akan tetapi persiapkan juga masker cadangan setidaknya 3-4 masker. Sebab, jika masker utama yang kita pakai tadi kotor, setidaknya ada masker buat ganti. 


  • Air Mineral dan Bekal Makan

Ini juga diperlukan, supaya saat haus kita tidak perlu jauh-jauh mencari makan dan minuman, selain itu jika beli makan dan minuman dalam area bandara harganya mihil (jiwa hematku meronta-ronta) hehee ..., seperti yang Saya alami baru-baru ini, harga air mineral ukuran sedang Rp. 7000, sedangkan biasa Saya beli di tempat Saya cuma Rp. 3000, lumayan kan kalau bawa air mineral sendiri? Emang sih agak berat, tapi bagiku it's ok! Tapi, buat yang merasa enggan membawa beban cukup berat, kalian bisa kok beli makan dan minuman di area bandara 😀


  • Hand Sanitizer 

Ini juga penting untuk dibawa, buat jaga kebersihan tangan kita selalu, apalagi kuman bisa menyebar dimana-mana. Pastikan hand sanitizer yang kita bawa mudah dijangkau, supaya tidak kesulitan mencari ketika ingin digunakan.


  • Alat Sholat

Selama pandemi ini ada baiknya kita menggunakan mukenah pribadi, supaya lebih aman dan terhindar dari virus covid-19 yang bisa menyebar dari mana saja, termasuk bisa jadi dari barang yang digunakan di tempat umum. 


  • Charger

Untuk pengisian daya handphone, di bandara Halim sudah tersedia spot khusus yang letaknya di luar dan tidak terlalu jauh dari tempat validasi surat Antigen. Namun, ada baiknya kalian juga membawa charger pribadi seperti powerbank dan kabel cas-an. Untuk powerbank, dibolehkan di bawah 20000 mAh.


Prosedur Pengecekan Sebelum Masuk ke Dalam Ruang Tunggu Bandara

Kalau sebelum pandemi kita bisa langsung menuju pintu masuk check-in, tentunya berbeda selama pandemi ini. Nah, kali ini Saya dan suami berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, jadi setelah sampai kami langsung menuju ke tempat validasi Antigen yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pintu masuk pengecekan tiket sebelum masuk ke tempat check-in. Di sana kita menyerahkan kertas hasil tes Antigen dan KTP untuk pencocokan dan pada kertas tersebut akan diberi stempel sebagai bukti bahwa hasil tes kita telah tervalidasi. 


Cek Validasi hasil tes Antigen


Saat akan melewati pintu masuk, kita juga akan dicek stempel validasi tes Antigen yang sebelumnya sudah Saya sampaikan, kemudian tiket dan KTP. Setelahnya, kita menuju ke tempat check-in, disana kita akan dicek tiket, KTP dan surat keterangan hamil dari puskesmas/dokter jika si Ibu sedang hamil.


Setelahnya, sebelum masuk ke ruang tunggu kita juga akan dicek lagi oleh petugas, dimana petugas tersebut akan mengecek ulang tiket dan KTP kita. Jadi, tiket dan KTP ini tempatkan di tempat yang mudah kita jangkau supaya prosesnya tidak lama akibat kita masih mencari-cari tiket dan KTP tersebut😁


Semoga infonya bermanfaat! 

Komentar

  1. Wah komplit ya mbak.. Apalgi pandemi gini harus lebih teliti ya. Tambah lagi hamil. Aku blm pernah perjalanan udara saat hamil. Liat ini jd bisa tau apa aja yg diperlukan. Thanks informasinya mbak. Bisa buat catatan aku ntr kl mau naik pesawat pas hamil.

    BalasHapus
  2. Wah info bermanfaat banget nih soalnya kakak sepupu dalam keadaan hamil jg mau terbang karena suatu keperluan nanh ternyata ini ya yang harus dipersiapkan bumil maksh mabk infonya

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah ummi dengan abang sampai dengan selamat,, semoga infonya bermanfaat buat kita semua terlebih lagi yang sedang hamil

    BalasHapus
  4. Wah zejak pandemi aku masih belum berani terbang tapi kalau kepepet, tips yang sista bagi ini penting banget dan sangat penting memang meletakan tiket dan KTP yang mudah dijangkau tanpa membuat benda dalam tas kita terkena bakteri ya karena Covid itu menakutkan

    BalasHapus
  5. Aku selama pandemi belum ke Bandara nih kak, untungnya Kaka ambil bandara yang di Halim ya , kalau di Soetta gimana tuh kak jauh banget ya, yang pasti harus ontime juga ya kak sampai Bandara.

    BalasHapus
  6. Aku selama pandemi belum ke Bandara nih kak, untungnya Kaka ambil bandara yang di Halim ya , kalau di Soetta gimana tuh kak jauh banget ya, yang pasti harus ontime juga ya kak sampai Bandara. Semoga selalu sehat juga Kak Elva dan debaynya ya yang dibawa naik pesawat pas coronce.

    BalasHapus
  7. Berarti harus sesuai jadwal ya kak untuk minta surat keterangan hamilnya. Biar enggak terlewat jadwal dengan pemberangkatan. Ini bisa diminta di bidan atau klinik juga kan ya?

    BalasHapus
  8. semoga sehat terus sampai lahiran ya mbak. Tinggal sebentar lagi nih. Makasih infonya juga ternyata kita harus membawa surat rujukan dan juga hasil test kita ya. Saya pikir ada test rapid yang disediakan langsung di Bandara.

    Makasih banyak buat tipsnya

    BalasHapus
  9. Duh kalau aku pasti deg-degan nih naik pesawat di kalaa hamil. Mba Elva semangat ya semoga lancar sampai lahiran. Memang kalau bepergian naik pesawat harus prepare banget ya mbak

    BalasHapus
  10. Lebih ketat ya sekarang. Tapi untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Gak hamil saja prosedurnya panjang. Dan jangan sampai malah terhambat karena belum mempersiapkan berkas yang diharuskan.

    BalasHapus
  11. Trims kak jadi pengetahuan baru nih buat saya yang ingin bepergian naik pesawat. Apalagi kalau keadaan hamil ya kak harus ekstra persiapannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Maaf jika tidak saya publish komentar yang menyertakan link.

Postingan populer dari blog ini

Traveling ke Hutan Mangrove Bengkulu

Halo. Apa rencana kalian Weekend nanti? Sudah punya rencana dan sudah tahu mau kemana? Kemana pun tujuan kalian berlibur nanti, tetap utamakan keselamatan ya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Nah, soal weekend mau kemana, saya punya usul nih, kalau weekend-nya bisa jalan-jalan ke Hutan Mangrove Bengkulu.  Buat warga Bengkulu pasti sudah tidak asing lagi ya dengan tempat wisata yang satu ini, lokasinya berada di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu, tepatnya berada di Kampung Sejahtera setelah Dermaga 1 menuju Pelabuhan Pulau Baai. Saat tiba di lokasi, kita akan disajikan suasana hutan mangrove, dan menariknya kita juga bisa menggunakan fasilitas perahu nelayan sekitar untuk bisa mengelilingi lokasi hutan mangrove, karena katanya belumlah lengkap apabila belum mengelilingi hutan Mangrove tersebut. Tarif naik perahu nelayan terbilang murah, cukup merogoh kocek hanya Rp. 10.000 sampai Rp. 15.000 , kita sudah bisa menggunakan perahu untuk melihat hut

Waspada Pembajakan WhatsApp dan Cara Mengatasinya

WhatsApp dibajak orang? Apa bisa? Diantara teman-teman pembaca pastinya sudah tidak asing dengan istilah "pembajakan", dan menurut KBBI jika Pembajakan merupakan kegiatan merampas barang atau hak orang lain. Dan, akhir-akhir ini sedang dihebohkan dengan pembajakan whatsApp (WA), sebagaimana yang sudah dialami oleh beberapa teman Saya.  Kejadiannya sudah berulang kali terjadi, dari laporan yang masuk ke WhatsApp Grup, jika ada seorang teman (Sebut saja si P = Pelaku) menjapri teman lainnya (Kita sebut CK = Calon Korban) dengan isi japrian meminta tolong bantuan, tentu saja meminta pinjaman sejumlah uang. Teman saya/ Calon Korban yang dimintai tolong tersebut merasa ada yang aneh dengan gaya bahasa tulisan dari si Pelaku tersebut, karena sesama teman dan kalau sangat akrab pastinya paham dengan gaya bahasa masing-masing. Karena merasa ada yang mencurigakan, akhirnya si Calon Korban mencoba untuk mengajak video call, ternyata ditolak oleh si pelaku dengan beragam alasan. Akhirny